Rintangan Bela Rohingya, dari Lewati Sungai Hingga Lewati Metal Detector


Republik.in ~ Sulit dipahami ... Padahal kami hanya ingin berkumpul disebuah masjid di dekat borobudur...

Catat... Masjid... Bukan obyek wisata keajaiban dunia yg menjadi 1 dari 10 keajaiban dunia...

Kami hanya ingin menyuarakan penderitaan sodara kita di rohingnya...

Sound sistem yg kita siapkan untuk orasi tidak boleh masuk... Soud masjidpun dilarang...

Hanya megapun kecil yg bisa dipakai.. Dan hebatnya... Masuk masjid harus melewati metal detector .

Kira-kira seperti itu jeritan hati para peserta aksi solidaritas Rohingya.

Ribuan massa umat Islam yang menggelar aksi damai bela Rohingya menuju Masjid An-Nur Mungkid, Sawitan, Magelang hari ini rupanya mendapati berbagai kesulitan. Pasalnya, pihak kepolisian menerapkan keamanan yang sangat ketat kepada massa di tiap-tiap akses ke lokasi.

Masjid An Nuur sendiri memang hanya berjarak sekitar 7 km dari Candi Borobudur. Salah satu peserta aksi dari Magelang, Rafiq Jauhary menceritakan tekanan dan hambatan yang mereka alami sejak sebelum keberangkatan hingga di tengah perjalanan.

“Sejak Kamis malam ummat Islam yang bergerak dari Lamongan dihadang oleh pihak kepolisian sebelum masuk perbatasan Jawa Tengah. Pagi harinya, menyusul rombongan Dewan Syariah Kota Surakarta dan ratusan simpatisan lain yang dihadang di daerah Penggung Klaten,” tuturnya dalam rilis yang diterima Majalahayah.com, Jumat (8/9/2017).

Ia juga mengatakan di daerah Boyolali, ratusan motor dicegah untuk menghadiri aksi damai di Magelang. Sementara dari arah Jogja, lanjut dia, penjagaan diperketat di daerah Tempel Sleman.

“Ribuan ummat Islam tertahan disana, termasuk yang mencari jalan alternatif melalui Kalibawang tidak bisa melintas menuju ke Magelang,” imbuhnya.

Bahkan Jauhary mengaku beberapa peserta aksi yang berhasil lolos mendekat ke Magelang masih harus mengalami berbagai kesulitan. “Banyak peserta aksi mengatakan bahwa penjagaan polisi lebih ketat dibanding aksi 212 lalu,” ujarnya.

Massa yang membawa bantuan dana, doa dan dukungan untuk Rohingya itu memang nyatanya tidak semudah yang dibayangkan. Tapi peserta aksi tak hilang akal untuk mencari jalan ke lokasi lantaran jalan utama ke Magelang tersebut dijaga ketat polisi, meski massa harus melewati jalan-jalan desa dan non resmi. Beberapa spanduk tentang Rohingya pun kabarnya harus disita polisi.

“Dari beberapa peserta yang saya jumpai, diantaranya bercerita kalau dirinya harus menyeberangi sungai menggunakan sepeda motor, melewati jalan setapak untuk menghindari polisi,” kata Jauhary.

Peserta dari Sragen pun, dirinya menceritakan, harus bersandiwara turun dari bus pariwisata yang disewa dan melanjutkan perjalanan menggunakan bus angkutan penumpang untuk mengelabuhi polisi.

“Di Magelang arah dari Jogja penjagaan telah diperketat dari jalur Muntilan ke arah jembatan Srowol, kemudian jalur Batikan ke arah Pondok Pabelan, Palbapang ke Arah Mendut, termasuk Blabak ke arah Rambianak,” kisahnya.

Begitupun dari arah Semarang, Jauhary mengatakan penjagaan dimulai dari komplek Armada Mertoyudan, Japunan ke arah Sraten, dan pertigaan Blondo.

“Beberapa celah masih bisa dilewati dari arah Purworejo terutama jalur Tanjung menuju Kalinegoro, namun ketika mendekat ke arah Sawitan, jalur dialihkan ke masjid Hubbul Wathon (masjid kuning) dan dari arah Palbapang yang berhasil lolos dari pemeriksaan polisi,” sebutnya.

Massa menurutnya hanya diperbolehkan lewat sampai sekitar Taman Rekreasi dan Kolam Renang Mendut. Titik parkir terdekat ke lokasi aksi berjarak sekitar 1 km. Sementara umat Islam yang berhasil lolos ke lokasi aksi dikabarkan hanya berjumlah ribuan.

“Lebih banyak yang terkatung-katung di jalanan dengan membawa berbagai bekal bantuan dan doa,” kenangnya.

Jumlah tersebut diperkirakan masih jauh dari target yang dicanangkan sekitar 1 juta ummat Islam. Meski begitu, Jauhary mengatakan aksi ini harus disyukuri karena berjalan dengan damai, dan dana yang terkumpul pun kabarnya lebih dari 200Juta rupiah.

“Perjuangan ini tentu belumlah seberapa dibanding penderitaan yang dirasakan ummat Islam di Rohingya,” tandasnya.

“Semoga segala yang berpartisipasi dalam aksi mendapat ridha dan pahala besar dari Allah, Aamiin” doanya.

Berikut ini Foto-Foto Aksi Solidaritas Rohingya


ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : majalahayah.com
close
https://t.me/republikin