Prabowo Polisikan Tribungroup Penyebar Hoax Pembakaran Sekolah

Tribungroup.com sudah tidak bisa diakses

Republik.in ~ Kabid Humas Polda Kalteng, AKBP Pambudi Rahayu benar-benar kaget melihat pemberitaan di tribungroup.com dengan judul "Tidak terima dipecat, Yansen Binti ungkap pembakaran sekolah perintah Prabowo."

Dalam tubuh berita, nama Pambudi disebut sebagai narasumbernya. Bahkan juga ditulis AKBP Pambudi menyebutkan bahwa dalam keterangan Yansen Binti ada menyebutkan nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai pemberi tugas untuk membakar sekolah.

Atas berita itulah, Sabtu (9/9/2017) di halaman Kantor KPU Kalteng, Palangka Raya, Pambudi dengan tegas menyatakan berita tersebut adalah hoax. Dia juga menegaskan tidak pernah memberikan statemen terkait hal itu termasuk tidak pernah diwawancarai dari tribungroup.

"Saya akan klarifikasi terkait pemberitaan di tribungroup yang isinya menyatakan bahwa 'tidak terima dipecat Yansen Binti ungkap pebakaran sekolah perintah Prabowo'. Saya tegaskan, saya tidak pernah menyatakan demikian. Tidak pernah saya membuat statemen seperti ini dan saya juga tidak pernah diwawancarai dari media tersebut," tegas Pambudi kepada sejumlah wartawan.

"Jadi saya tegaskan itu hoax. Disitu juga tidak ada penulis (berita) nya siapa. Siapa yang bertanggung jawab penulisnya tidak ada," sesal Pambudi.

Menurut Pambudi, dirinya sempat kaget setelah melihat berita tersebut. Media online yang memiliki kemiripan nama sudah menyampaikan bahwa itu bukan bagian dari grupnya. "Kenapa saya katakan hoax. Karena saya sebagai sumber tidak pernah mengatakan itu dan saya tidak pernah diwawancarai," pungkas Pambudi.

Partai Gerindra juga telah melaporkan website Tribungroup.com ke Bareskrim Polri atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik di sebuah pemberitaan. Berita yang dilaporkan Partai Gerindra itu berjudul ‘Tidak Terima Dipecat Yansen Binti Ungkap Pembakaran Sekolah Perintah Prabowo’.

“Pak Prabowo merasa dirugikan atas pemberitaan yang tidak benar ini,” kata Sekretaris Umum Lembaga Advokasi Hukum Indonesia Raya DPP Partai Gerindra, M. Said Bakhrie kepada wartawan di Bareskrim Polri, Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (9/9/20127).

Menurutnya, tuduhan tersebut sebagai bentuk rekayasa yang diduga dilakukan oleh orang-orang yang memang tidak suka dengan mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut.

“Pemberitaan itu dilakukan oleh pihak-pihak yang memang tidak suka atas Pak Prabowo yang selama ini konsisten dalam memperjuangkan kepentingan rakyat,” jelasnya.

Dia berharap agar Bareskrim Polri untuk mengusut siapa yang menyebar berita hoax tersebut.

“Kami berharap Bareskrim bisa bertindak cepat mengusur kasus ini, dan menangkap pelakunya termasiuk dalang yang mengatur pemberitaan di belakangnya,” tutupnya.

Disebar Banyak Media

Penelusuran republik.in berita tersebut sudah disebar oleh banyak media pro Jokowi, Namun sebagian besar sudah menghapus berita tersebut. Hanya tinggal 1 media yang belum menghapusnya yaitu

http://www.islamnesia.com/2017/09/video-tidak-terima-dipecat-yansen-binti.html

Postingan islamnesia di facebookpun masih dikomentari dan dibagi oleh banyak orang. Sampai berita ini diterbitkan sudah 200 lebih netizen yang membagikan berita hoax tersebut.

Berikut postingan Hoax facebook tsb



ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : borneonews.co.id dan kriminalitas.com
close
https://t.me/republikin