Mesranya Biksu Myanmar dan Syiah, Usai Bantai Muslim Rohingya


Republik.in ~ Saudara-saudara muslim Rohingya di Myanmar – Burma mendapat penindasan dari penguasa Budha. Akibat tindak kekejian mereka, muslim Myanmar harus rela mengungsi ke berbagai belahan dunia, antara lain ke Indonesia.

Kini, semakin lengkap sudah bukti permusuhan mereka-mereka yang memusuhi Islam. Sebelumnya beredar sebuah berita kedekatan hubungan antara pemimpin biksu Budha Burma – Myanmar dengan pemimpin Syiah di Iran.

Diberitakan oleh cid.icro.ir Mujtahid Syiah, Rouhanis pernah mengutus Asisten khusus, Ali Yunesi untuk bertemu dengan para pemimpin Budha dan biksu dari Thailand, Sri Lanka dan juga dari Myanmar (2014). Seperti diketahui pada tahun 2014 konflik di Myanmar sudah meletus.

Ali Yunesi menghargai para pemimpin Buddhis karena telah mengunjungi Iran untuk melakukan pembicaraan keagamaan dengan para ulama agama di Iran.

Secara resmi dalam pertemuan tersebut diungkap bahwa pemerintah akan merencanakan agenda khusus untuk membela hak-hak minoritas agama.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Ashin Nyanissara, pemimpin Buddhis Myanmar, menyoroti "Sikap Iran yang unik" dan mengatakan pada beberapa titik dalam kekerasan dan konflik agama Myanmar meletus, menunjukkan bahwa akar masalahnya terletak pada kemiskinan agama, keuangan dan budaya.

Galagama Dhammarasi, seorang pemimpin agama Buddha dari Sri Lanka, menekankan hubungan dekat dan ramah antara Iran dan Sri Lanka dalam 50 tahun terakhir dan mengatakan bahwa Iran selalu mendukung Sri Lanka di arena internasional.

Sekedar diketahui, bahwa pada saat itu, adalah saat maraknya pembantaian etnis Muslim Rohingnya oleh pendeta Budha disana.

Meski tidak diketahui sejauh mana hubungan spesial antara Syiah dan biksu Budha di Myanmar atau keterlibatannya secara langsung dengan genosida penduduk muslim rohingya di Myanmar, namun foto syiah dan biksu budha Myanmar tersebut memicu kontroversi di dunia maya.

Berikut ini foto-fotonya:



ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : http://cid.icro.ir/index.aspx?fkeyid=&siteid=237&pageid=11727&newsview=623678
close
https://t.me/republikin