Skandal Seks Gereja Masih Akan Terjadi di Berbagai Negara, Terutama Asia


Republik.in ~ Dilansir republika.co.id, Skandal pelecehan seksual terburuk di lingkungan Gereja Katolik barangkali telah usai di Australia. Namun krisis tersebut kemungkinan akan menimpa gereja-gereja di Asia, Afrika dan sebagian Eropa dalam satu dekade mendatang.

Demikian terungkap dalam laporan bertajuk Child Sexual Abuse in the Catholic Church yang dibuat universitas RMIT Australia. Ini merupakan laporan pertama yang merangkum temuan dari 26 komisi khusus, penyelidikan polisi, pemeriksaan peradilan, penyelidikan pemerintah, penelitian gereja, dan penelitian akademis dari seluruh dunia sejak tahun 1985.

Laporan ini memperingatkan potensi terburuk pelecehan anak-anak dan remaja yang hidup dalam 9.600 panti asuhan yang dikelola gereja, termasuk 2.600 di India dan 1.600 di Italia.

"Pelecehan seksual terhadap anak-anak telah mencapai puncaknya dan telah mengalami penurunan sejak akhir 70-an dan awal 80-an. Dan hal itu disebabkan karena diungkap ke arena publik," kata Profesor Des Cahill, salah satu penulis laporan itu.

"Tapi saya pikir di negara-negara berkembang dan di beberapa negara Eropa, belum ada peristiwa yang akan mengangkat isu ini ke ruang publik. Saya terutama berpikir tentang negara di Asia dan Afrika," katanya.

"Mungkin bisa muncul sendiri, setelah semua ini terbongkar, dan kembali ke masa 30, 40 tahun... jika persoalan mendasarnya tidak ditangani," paparnya.

"Saya belum melihat isyarat apapun di tingkat Vatikan, bahkan di sini di Australia, bagi para uskup untuk menjawab mengapa hal ini terjadi dan mengapa mereka - para uskup - bereaksi dengan sangat buruk," jelasnya.

ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : republika.co.id
close
https://t.me/republikin