Pria ini Meninggal saat Sholat Idul Adha, Sungguh Akhir yang Indah


Republik.in ~ Seorang  jamaah bernama Sulaiman bin Lambot (74) warga Desa Jiem, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, meninggal dunia saat melaksanakan shalat Idul Adha (Id) di Masjid Baitul A'la Lilmujahidin Beureunuen atau dikenal dengan Masjid Abu Beureueh, Jumat (1/9/2017) sekira pukul 07.55 WIB.

Sulaiman yang berprofesi sebagai penjual ramuan tradisional di pasar Beureunuen ambruk saat posisi ruku pada rakaat kedua salat Idul Adha.

Versi lain menyebutkan Sulaiman menghembus nafas terakhir saat sujud pertama rakaat kedua shalat Id.

Tapi, kejadian itu tidak mengganggu proses pelaksanaan salat Idul Adha di masji dekat jalan nasional itu.

"Almarhum salat di halaman masjid dengan berdiri di shaf tengah dekat tangga masjid," kata pengurus Masjid Abu Beureueh Beureunuen, Haji Jamal Abadi yang dihubungi Serambinews.com, Jumat (1/9/2017).

Kepergian jamaah salat Id ini juga Farid Nyak Umar, Jumat (1/9/2017) di akun facebooknya. Ia menginformasikan Salat Idul Adha di Gampong halamannnya di Mutiara.

"Alhamdulillah bisa melaksanakan Shalat 'Id di kampung halaman di Masjid Baitul A'la Lil Mujahidin, Meunasah Barat Yaman, Kec. Mutiara, Beureunuen." tulis Farid Nyak Umar.

Disebutkan Farid Nyak Umar, bakda pelaksanaan salat, Khatib Masjid Abu Beureu-eh, Waled Abubakar.

"Pak Sulaiman begitu beliau disapa, yg berada pd shaf di luar masjid menghembuskan nafas terakhir saat sedang melakukan ruku' pd rakaat kedua,"

"Sungguh sebuah akhir perjalanan hidup yg sangat indah yg menjadi cita-cita kita semua. Pak Sulaiman (Warga Gp. Jiem Beureu-eh Kec. Mutiara) mengakhiri hidupnya di hari terbaik (hari Raya Idul Qurban & hari Jum'at /sayyidul ayyam) serta dlm kondisi melaksanakan aktivitas terbaik (saat sdg shalat utk bermunajat pada Sang Khaliq).

Semoga beliau husnul khatimah dan mendapatkan tempat terbaik dalam Jannah-Nya, serta memotivasi kita utk mengambil ibrah (pelajaran) agar senantiasa mempersiapkan diri, shg kapanpun dan dimanapun ajal datang menjelang, kita dalam kondisi beriman (mukminan haqqa).

Mari kita membekali diri kita dg sebaik-baik bekal.

"Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa, dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal". (Q.S. Al-Baqarah [2]: 197)..

ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : tribunnews.com
close
https://t.me/republikin