Pangeran Arab Diam-Diam Kunjungi Israel: Kelak Imam Mahdi Akan Perangi Jazirah Arab

ilustrasi

Republik.in ~ Seorang pangeran Saudi yang tidak diketahui identitasnya, terungkap melakukan kunjungan rahasia ke Israel awal pekan ini. Radio Israel mengungkapkan, kedatangan Sang Pangeran dalam upaya untuk memulai kembali proses perdamaian Arab-Israel yang macet, menurut Radio Israel.

"Seorang pangeran dari Saudi melakukan kunjungan rahasia ke Israel. Kedatangannya hari ini untuk membahas gagasan untuk memajukan perdamaian regional dengan pejabat senior Israel," penyiar melaporkan Kamis (7/9) malam.

Seperti dikutip dari Anadolu, kunjungan yang dilaporkan tersebut terjadi meski Riyadh sudah lama menolak untuk mengakui Israel.

Radio Israel tidak mengungkapkan nama pangeran yang berkunjung. Sementara itu Kementerian Luar Negeri Israel dan kantor perdana menteri menolak untuk mengomentari laporan tersebut.

Dalam perkembangan terkait, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan awal pekan ini bahwa kerja sama antara Israel dan negara-negara Arab tidak pernah lebih dekat.

Pada hari Rabu, Jerusalem Post mengutip Netanyahu yang mengatakan bahwa kerjasama Israel-Arab jauh lebih besar daripada periode lain dalam sejarah Israel.

Beberapa bulan terakhir ada kecenderungan Netanyahu sering merujuk pada "terobosan" dalam hubungan Israel-Arab, meskipun sebagian besar menahan diri untuk tidak mengelaborasi sifat terobosan diplomatik tersebut.

Saat ini hanya ada dua negara Arab yang memiliki hubungan resmi dengan negara Yahudi, yaitu Mesir dan Yordania. Kedua negara itu menyepakati kerjasama dengan siapa Israel, masing-masing pada tahun 1979 dan 1994.

Pasukan Imam Mahdi Memerangi Jazirah Arab

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim disebutkan adanya empat konfrontasi yang akan dipimpin oleh Imam Mahdi. Keempat perang tersebut akan diawali dengan pembebasan jazirah Arab dari dominasi para Mulkan Jabbriyyan (raja-raja yang memaksakan kehendak seraya mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya). Hadits tersebut sebagai berikut:

“Kalian akan perangi jazirah Arab sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian (kalian perangi) Persia sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Ruum sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Dajjal sehingga Allah menangkan kalian atasnya.” (HR Muslim 5161)

Ummat Islam dewasa ini sedang menjalani babak keempat dari lima babak perjalanan sejarahnya di Akhir Zaman. Tiga babak sebelumnya telah dilalui: (1) Babak An-Nubuwwah (Kenabian), lalu (2) Babak Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah (Kekhalifahan yang mengikuti Sistem / Metode Kenabian), kemudian (3) Babak Mulkan ’Aadhdhon (Raja-raja yang menggigit).

“Kalian akan mengalami babak Kenabian selama masa yang Allah kehendaki, kemudian babak kekhalifahan mengikuti manhaj Kenabian selama masa yang Allah kehendaki, kemudian babak Raja-raja yang menggigit,selama masa yang Allah kehendaki, kemudian babak para penguasa yang memaksakan kehendak selama masa yang Allah kehendaki, kemudian kalian akan mengalami babak kekhalifahan mengikuti manhaj Kenabian, kemudian Nabi diam.” (HR Ahmad)

Babak keempat diawali semenjak runtuhnya Kesultanan Utsmani Turki yang sekaligus merupakan kekhalifahan Islam terakhir pada tahun 1924. Setelah runtuhnya sistem pemerintahan Islam, maka selanjutnya ummat Islam mulai menjalani kehidupan dengan mengekor kepada pola kehidupan bermasyarakat dan bernegara ala Barat.

Mulailah di berbagai negeri muslim didirikan di atasnya berbagai nation-state (negara bedasarkan kesatuan bangsa). Padahal sebelumnya semenjak Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjadi kepala negara Daulah Islamiyyah (Negara Islam) pertama di Madinah, ummat Islam hidup dalam sistem aqidah-state (negara berdasarkan kesatuan aqidah) selama ribuan tahun.

Sejak memasuki babak keempat dunia Islam mulai mengalami peralihan kepemimpinan. Asalnya masih dipimpin oleh sesama muslim, maka Allah alihkan kepada kepemimpinan fihak Barat (baca: kaum kuffar). Sehingga terasa sekali bagaimana tidak berdayanya para pemimpin muslim di negeri mereka sendiri. Bahkan negeri muslim di mana terdapat dua kota suci utama (Mekkah dan Madinah) raja dan para pangerannya takluk kepada kemauan fihak Barat. Sehingga tidak mengherankan saat terjadinya penzaliman Yahudi Zionis Israel kepada saudara-saudara kita di Gaza-Palestina, Mesir, dan negara mayoritas muslim lainnya ,  kerajaan Arab Saudi tidak menunjukkan keberfihakannya kepada Palestina, Umat Islam Mesir, Irak . Malah sebaliknya mereka bersama pemimpin boneka teluk lainnya  bermain mata alias berkolaborasi dengan musuh ummat Islam, yaitu AS dan Israel.

Arab Saudi merupakan wilayah terbesar dari jazirah (semenanjung) Arabia. Kerajaan ini memiliki bendera yang tertera padanya kalimat Laa ilaha illAllah Muhammadur Rasulullah lengkap dengan pedangnya.

”Namun Kita juga harus ingat, Kerajaan Saudi Arabia itu berdiri, berontak dan lepas dari Kekhalifahan Turki Utsmaniyah, atas dukungan jaringan Zonis Internasional. Salah seorang perwira Yahudi Inggris, Letnan Terrence Edward Lawrence, disusupkan dan mengendalikan pasukan Saudi ini. Setelah menjadi kerajaan, 75.000 pasukan Saudi Arabia—Saudi Arabian National Guard (SANG)—dibentuk dan mendapat pelatihan dari Vinnel Corporation, salah satu Privat Military Agency (PMA) AS dengan nilai kontrak yang sangat besar. Tentu saja, CIA dan MOSSAD berada di belakang PMA ini.

Di Mekkah pula, para penguasa Saudi mempersilakan perusahaan-perusahaan donatur Zionis seperti Starbucks dan McD buka gerai dan banyak menarik pelanggan. Bahkan Al-Walid, salah seorang kerabat istana Saudi, menguasai banyak perusahaan yang banyak di antaranya menjadi donatur Zionis Israel. Namun ketika Muslim Gaza dibantai Israel, Pembantaian Ikhwan di Mesir, Saudi dan juga negara teluk lainnya  bersikap adem-ayem.

Pantaslah bilamana Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam memprediksi bahwa di antara langkah awal yang akan dikerjakan oleh Panglima Ummat Islam Akhir Zaman -yakni Imam Mahdi- ialah mengakhiri kesombongan para Mulkan Jabbriyyan di semenanjung Arabia.  Proyek ini dalam bentuk perang terhadap semenanjung Arabia. Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Kalian akan perangi jazirah Arab sehingga Allah menangkan kalian atasnya.” (HR Muslim)

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam pasukan Imam Mahdi yang akan memperoleh salah satu dari dua kebaikan: ’Isy Kariman (hidup mulia di bawah naungan Syariat Allah) atau mati syahid. Amin ya Rabb.

ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : arah.com dan eramuslim.com
close
https://t.me/republikin