Gerindra: Polisi Makin Tak Adil, Emak-Emak Aktifis Islam Ditangkap, Victor Laiskodat Dibiarkan

Emak-emak Aktivis Aksi Bela Islam yang ditangkap polisi

Republik.in ~ Cara-cara Kepolisian dalam menegakkan hukum semakin mendapat sorotan. Karena aparat tidak adil dalam menangani kasus yang muncul di masyarakat.

Yang terbaru Polisi menangkap seorang ibu rumah tangga yang juga dikenal sebagai aktivis Aksi Bela Islam (ABI), bernama Asma Dewi Ali Hasjim.

Dia ditangkap dan ditahan kemarin dengan tuduhan dugaan melakukan tindak pidana menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) lewat media sosial.

Pasal pidana yang disangkakan pada Asma Dewi adalah pasal 45 ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE),  dan/atau pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang Undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU ITE.

Beberapa rekan Asma Dewi menginformasikan yang bersangkutan adalah salah satu aktivis Aksi Bela Islam (ABI).

Mila Machmudah Djamhari di akun fbnya menjelaskan tentang Asma Dewi:

Bu Asma Dewi adalah pejuang gigih Aksi Bela Islam yang sangat saya kenal saat ABI 411... Beliau bersama teman-temannya mengkoordinir pengadaan konsumsi untuk mendukung ABI... Beliau juga salah satu saksi saya atas laporan kasus dengan terlapor Ahok terkait tuduhan dia peserta aksi dibayar Rp.500.000,- /orang... yang konyolnya sejak pemeriksan saya akhir Januari hingga saat ini belum ada perkembangan... tiba-tiba ada peintah penangkapan beliau...

Bu Asma Dewi aktif menginisiasi "Tamasya Almaidah" saat Pilkada DKI tahap II... Bu Asma Dewi ini juga aktivis di Presidium Alumni 212... Saya siap bersaksi bahwa Beliau orang yang sangat santun di dalam berkata-kata selama saya mengenal beliau baik saat di group WA dan atau bertemu beraktivitas bersama di Jakarta... Akun FB nya pun masih cukup santun... dan saya siap bersaksi untuk beliau...

Satu hal yang saya suka dari Bu Asma Dewi adalah pembawaannya yang cukup tenang... dulu saat beliau saya minta jadi saksi justru yang heboh adalah temannya sempat tersinggung dengan saya... sedang bu Asma Dewi tenang-tenang saja... beliaupun memenuhi panghilan penyidik untuk diperiksa sebagai saksi...

Kata siapa perempuan itu emosional... justru dalam hal ini saya juga bisa memahami ekspresi beliau yang cukup tenang menyikapi penangkapan dan penahanan ini... Perempuan ketika sudah memutuskan untuk berperang maka totalitas berserah pada Allah...

Salam dan hormat saya untuk ibu Asma Dewi... Kita pasti menang di 2019....

(Mila Machmudah Djamhari)

Kasus emak-emak aktivis bela islam di atas bagaikan langit dan bumi dengan kasus Ketua Fraksi Partai Nasdem Viktor Bungtilu Laiskodat yang sampai saat ini masih didiamkan aparat.

Padahal ada empat partai melaporkan Victor terkait pidatonya pada 1 Agustus lalu di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Tidak hanya sekadar menyebar ujaran kebencian dan fitnah, Victor bahkan dituding telah memprovokasi rakyat untuk saling membunuh.

Sikap kepolisian yang tak adil ini salah satunya disayangkan oleh politikus Gerindra Iwan Sumule, yang juga turut melaporkan Victor.

"Polisi semakin tak adil tegakkan hukum. Bekukan atau cairkan? Emang-emak bikin status ditangkap, tapi Victor Laiskodat dibiarin bebas," katanya (Minggu, 10/9).

ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : hukum.rmol.co dan berbagai sumber
close
https://t.me/republikin