Pak Satpol PP, PSK di Tambun Tarifnya Rp 450Ribu, Kalau Ganteng Gratis


Republik.in ~ SEJUMLAH Pekerja Seks Komersial (PSK) yang biasa mangkal di Jalan Raya Sultan Hasanudin, Tambun Selatan, sudah tahu akan ada penertiban Tempat Hiburan Malam (THM). Meski menjajakan diri di pinggir jalan, namun mereka tetap khawatir.

“Biarpun enggak di THM, kita sih khawatir kena imbasnya juga, tetapi mudah-mudahan enggak ya,” kata seorang PSK berinisial MI (26) di Jalan Raya Sultan Hasanudin, Tambun Selatan.

Kalau ternyata PSK yang biasa mangkal kena dampak dari penertiban THM, MI dan teman-teman seperjuangannya bakal menjadi incaran penegak perda.

“Kalau selama ini sih memang kita belum pernah ditertibkan sama Satpol PP, kan petugas Satpol PP-nya teman-teman kita juga,” ucapnya.

MI khawatir jika PSK yang biasa mangkal di pinggir jalan juga menjadi sasaran penertiban, hidupnya bakal semakin sulit.

“Ya kita sih penginnya gitu, mau makan apa kita nanti? Kalau untuk tarif sih Rp450 ribu, kalau ganteng bisa gratis,” katanya.

Fatimah (42), warga Kecamatan Tambun Selatan, mengaku resah dengan keberadaan PSK yang biasa mangkal di Jalan Raya Sultan Hasanudin.

“Sampai sekarang mereka (PSK) masih banyak berkeliaran dan sepertinya emang belum pernah ditertibkan. Jangan lah mereka dibiarkan, bisa terkontaminasi generasi muda melihat praktik yang tidak bermoral itu,” kata ibu dengan tiga anak ini.

“Harus ditertibkan. PSK berkeliaran, bagaimana kalau dilihat anak-anak kami? Ini harus ditertibkan secara tuntas,” tambah warga Desa Tambun tersebut.

Terpisah, Kepala Bidang Penertiban Perda pada Satpol PP Kabupaten Bekasi, Ida Nuryadi, mengaku saat ini pihaknya sedang menjalankan proses penertiban untuk di Kecamatan Tambun Selatan, Cibitung, Babelan dan Tarumajaya. Proses tersebut ialah dengan melayangkan surat peringatan.

“Jika peringatan tidak digubris, maka kita akan melakukan tindakan tegas,” ungkapnya.

ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : pojoksatu.id
close
Banner iklan disini