Putra Mahkota Arab Saudi Bebaskan Wanita Berbikini di Resort Dengan Alasan ini


Republik.in ~ Kerajaan Arab Saudi berencana membuka sebuah resort mewah dengan aturan khusus yang mengizinkan wanita boleh mengenakan bikini. Pembangunan resos ini merupakan bagian dari modernisasi ekonomi Saudi yang dicanangkan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman Visi 2030.

Resort pantai mewah yang akan dibuka berlokasi di kawasan Laut Merah. Pemerintah Saudi menyatakan, resor tersebut diatur oleh undang-undang yang setara dengan standar internasional.

Menyadari bahwa pengunjung asing tidak mungkin datang ke pantai bila pengunjung wanitanya dipaksa mengenakan abaya menjadi pertimbangan khusus pembukaan resor pantai yang membebaskan pengunjung wanita berbikini.

Selama ini undang-undang Arab Saudi tentang wanita termasuk yang paling represif di dunia, dimana wanita dilarang mengemudi dan tidak dapat bepergian tanpa izin dari wali atau saudara laki-lakinya.

Belum jelas apakah alkohol juga akan di izinkan dikonsumsi di resort pantai mewah yang akan dibuka atau tidak.

Rencana ini diumumkan Saudi dalam penyataan Saudi Public Investment Fund (PIF). PIF menggambarkan proyek tersebut sebagai resort mewah yang indah yang didirikan di 50 pulau alami yang tak tersentuh.

”Proyek Laut Merah akan menjadi tujuan resor mewah yang terletak di seberang laguna dan surut di alam dan budaya,” bunyi pernyataan PIF, seperti dikutip The Telegraph, Kamis (3/8).

”Ini akan menetapkan standar baru untuk pembangunan berkelanjutan dan membawa generasi mendatang dalam perjalanan mewah untuk menempatkan Arab Saudi pada peta pariwisata internasional,” lanjut pernyataan PIF.

Konstruksi sendiri baru akan dimulai pada 2019, dan tahap pertama proyek akan selesai pada 2022. Resort pantai mewah itu diharapan bisa menampung sejuta pengunjung dalam setahun pada tahun 2035 mendatang.

Proyek Laut Merah adalah bagian dari Visi 2030, sebuah rencana untuk mendiversifikasi ekonomi Saudi dan menyingkirkan ketergantungannya pada minyak. Pangeran Mohammed resmi menjadi Putra Mahkota Arab Saudi menggantikan Mohammed bin Nayef dengan alasan yang tidak diungkapkan pihak Kerajaan Arab Saudi.

ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : eramuslim.com
close
Banner iklan disini