Cuma di Indonesia, Dangdutan Digelar di Halaman Masjid Agung


Republik.in ~ Jagad sosial media heboh dengan acara dangdutan yang digelar di halaman samping Masjid Agung Kabupaten Tasikmalaya.

Ini Hanya ada di Indonesia, Dangdutan di halaman Masjid Agung (Tasikmalaya) 😥😥

Ya Allah apa artinya rumahmu yang sebenarnya...

Hamba-hambamu yang engkau ciptakan mereka pada mengotori tempat ibadahnya..

Seakan tempat ibadah tidak ada artinya sama sekali bagi mereka yg tidak peduli denganmu ya robb..

Sedih rasanya Ya Allah... 😰😰😰😰

Dulu orang-orang terdahulu selalu menjaganya dari hal-hal yang buruk...

Tapi sekarang ya Allah, miris lihatnya...😱😱

Orang-orang islam sendiri yg mengotori....

Umat islam saat ini kehilangan jati dirinya yg sesungguhnya..

Nauzubillahminzalik.

Demikian tutur Nurhayati di akun fbnya yang menshare foto dangdutan di atas. Dari keterangan di foto itu acara tanggal 19 Agustus 2017.

GERAKAN Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat juga merespon keras terkait kegiatan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dengan menggelar musik dangdut samping Mesjid Agung Bairurrohman, Bojongkoneng, Kecamatan Singaparna, Tasikmalaya. Kegiatan tersebut dinilai telah melanggar dan berbenturan dengan Visi dan Misi sebagai religius Islami.

Ketua GP Ansor Tasikmalaya, Asep Muslim mengatakan pihaknya memprotes keras terkait kegiatan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menggelar dangdut yang disiarkan langsung oleh tv nasional berada di samping Masjid Agung Baiturrohman, Bojongkoneng, Kecamatan Singaparna. Kegiatn tersebut telah mengganggu aktifitas jemaah dalam menjalankan ibadah.

"Kami secara pribadi memprotes kegiatan yang dilakukan pemerintah daerah terutama menggelar kegiatan berada di samping Masjid Agung, karena kegiatan tersebut menganggu para jemaah yang melakukan salat.Tentunya masyarakat lainnya juga sama tidak menginginkan kegiatan dilakukan di lokasi tersebut," katanya, Sabtu (19/8).

Asep mengungkapkan, kegiatan yang disiarkan secara langsung berada di samping Mesjid Agung tersebut dinilai melanggar visi dan misi Kabupaten Tasikmalaya. Karena sekarang ini semua lapisan masyarakat akan menilai program tersebut dan tentunya itu telah berbenturan dengan norma agama.

"Pemerintah telah melanggar norma agama dan tidak memiliki rasa nasionalisme dengan menggelar kegiatan di samping Mesjid Agung. Aktivitas itu menggangu kegiatan salat berjamaah dan juga doa hingga banyak jemaah mengeluhkan kegiatan tersebut yanh dilakukan pemerintah secara terpaksa," paparnya.

Seorang Jemaah, Ust Dodo mengatakan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah daerah di samping Mesjid Agung sudah jelas menganggu kekhusuan untuk menjalankan ibadah salat. Apalagi acara tersebut juga berimbas pada halaman mesjid dan lantai kotor dipenuhi berbagai sampah masyarakat yang membuang sembarangan.

"Kami sangat menyesalkan lokasi yang dilakukannya berada di samping Mesjid Agung, apalagi kejadian yang tidak bisa dilupakan yakni check sound dilakukan pada waktu salat Magrib dan salat Isya kemarin. Sangat menganggu ke khusuan para jemaah yang akan melaksanakan salat berjamaah," tuturnya.

ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : mediaindonesia.com
close
https://t.me/republikin