Disiram Air Keras oleh Ayahnya Sendiri, Ini yang Dilakukan Saat Ayahnya Keluar Penjara


Republik.in ~ Kisah tragis terkena siraman cuka para pada 7 tahun lalu masih tetap segar dalam ingatannya.

Itu bukanlah alasan untuk Nurul Dahyatul Fazlinda Mat haizan, 15, menyimpan dendam pada ayah kandungnya sendiri.

Dia mengatakan Syawal kali ini begitu berarti karena dia dan saudara dapat merayakan hari raya Idul Fitri bersama ayah yang telah terpisah sejak Agustus 2010 lalu itu.

Fazlinda yang akrab disapa Lin menyatakan kali ini mereka berkesempatan berkumpul di Kampung dan ayahnya sempat melihat kondisi wajahnya saat ini akibat terkena simbahan cuka para  tujuh tahun lalu.

"Biarpun harus tanggung akibatnya sampai sekarang, saya tak pernah berdendam dengan ayah dan dah lama memaafkannya. Lagipun dia tetap ayah kandung saya sampai kapanpun. Dia yang bersusah payah cari rezeki, jaga saya waktu kecil.

"Setelah kejadian, ini kali pertama kami berhari raya bersama di rumah setelah ayah dibebaskan sekitar dua bulan lalu. Sewaktu ayah 'di dalam', ada saya dan saudara pergi ke sana untuk jumpa pada hari raya.

"Emak pun tak pernah halang kami adik-beradik jumpa ayah. Tambahkan menggembirakan bila ayah turut menyatakan untuk cari duit untuk merawat wajah saya ni," katanya.

Dia menyatakan saat ini dia masih menunggu bantuan operasi yang telah dijanjikan oleh pemerintah negeri sebagaimana yang diinformasikan Menteri Besar, Datuk Seri Ahmad Razif Abd Rahman ketika mengunjunginya pada tahun lalu untuk memulihkan bekas luka di wajahnya.

Menurut ibunya, Che Ku Zaimah Che Ku Awang, 35, mengatakan, meskipun anaknya itu melalui pengalaman yang cukup tragis dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri, dia tidak pernah mencegah anak-anak bertemu mantan suaminya itu.

"Kisah lama biarkan berlalu apalagi hubungan seorang ayah dengan anak tidak akan terputus meskipun apa yang terjadi, dia kini telah menerima pembalasan atas perbuatan tersebut."

"Semua empat anak kami berusia antara 17 sampai 9 tahun dapat sambut raya bersama. Bagi saya, ini dapat eratkan hubungan ayah dan anak. "

Pada 15 Agustus 2010 sekitar jam 1.45 pagi tujuh tahun lalu, Lin bersama tiga anggota keluarga yaitu emak, nenek dan adik lelakinya melepuh di beberapa anggota badan akibat terkena simbahan asam oleh ayahnya sendiri.

Lin yang saat itu berusia 8 tahun terluka parah sehingga terpaksa menerima perawatan hampir dua bulan di Rumah Sakit Sultanah Nur Zahirah, Kuala Terengganu.


ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : tribunnews.com
close
Banner iklan disini