Lagi! Satu Warga Palestina Syahid Ditembak Israel Saat Perayaan Pembebasan Al Aqsha Kemarin


Republik.in ~ Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan, satu orang Palestina pada hari Kamis, 27 Juli 2017, meninggal akibat luka-luka dalam bentrokan dengan pasukan Israel di sekitar Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Kematian tersebut menambah jumlah korban di sekitar lokasi suci, AL Aqsha. Sebelumnya tiga warga Palestina terbunuh pada Jumat (21/7) saat melakukan aksi penolakan atas pemasangan detektor logam dan CCTV di sekeliling Al Aqsha yang dilakukan oleh Israel.

Menurut kementrian kesehatan, sekitar 126 warga Palestina juga terluka pada hari Kamis (27/7) saat orang-orang Palestina saat akan memasuki masjid untuk beribadah, setelah Israel mencabut detektor logam dan CCTV.

Berdasarkan Bulan Sabit Merah Palestina yang diliput oleh Badan Anadolu, yang terluka oleh tembakan peluru karet berjumlah 40 orang, 86 warga menderita inhalasi gas air mata, dan setidaknya 15 warga patah tulang. Sebanyak 21 orang dipindahkan ke rumah sakit di Yerusalem, tambahnya.

Perayaan umat Islam atas pembebasan Al Aqsha dan dapat kembali masuk ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem berubah pada Kamis siang kemarin menjadi bentrokan antara pasukan Israel dan pemuda Palestina. Pasukan Israel secara brutal menyerang dan menembakkan gas air mata serta peluru karet ke warga Palestina.

Orang-orang Palestina sangat gembira untuk kembali setelah hampir dua minggu tidak bisa memasuki Al Aqsha. Saat mereka masuk melalui gerbang Bab Hutta ke tempat suci, kemudian mereka mendengar suara granat setrum dari jalur sampai ke pintu gerbang, warga pun kembali keluar dan mulai melempar batu menghadapi serangan Israel tersebut.

Laporan seorang reporter Agency Anadolu yang melihat langsung kejadian mengatakan pada satu waktu pasukan Israel memaksa semua orang masuk ke masjid, melemparkan granat setrum saat orang mencoba menutup pintu. Pintu gerbang Kota Tua pun ditutup. Polisi Israel juga menutup gerbang Kota Tua Yerusalem dan mencegah orang-orang Palestina masuk, Firas al-Dibs, juru bicara Wakaf Islam Yerusalem, mengatakan kepada Anadolu Agency.

“Polisi mengerahkan puluhan petugas Israel di gerbang, menutup kompleks suci tersebut, dan mencegah orang-orang Palestina untuk sholat di masjid,” tambahnya.

ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : aa.com.tr
close
Banner iklan disini