Sidang Dipimpin Tersangka, lalu Sahkan UU "Otoriter", Eks Timses Jokowi Ajak Rakyat Melawan


Republik.in ~ Meski telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Ketua DPR Setya Novanto tidak ditahan bahkan bisa memimpin sidang paripurna RUU Pemilu.

Sidang yang berlangsung Jumat (21/7/2017), diwarnai aksi walkout 3 pimpinan DPR, Namun Setya Novanto tidak bergeming, dan langsung mengesahkan RUU Pemilu dengan presidential threshold 20%.

“Dengan ini diputuskan hasil RUU pemilu mengambil paket A minus 1. Apakah dapat disetujui?” tanya Novanto dari mimbar paripurna,

“Setuju….” jawab anggota di Paripurna.

“Apakah RUU Pemilu dapat disahkan jadi UU?” tanya Novanto.

“Setuju!” jawab anggota.

Menanggapi berita yang cukup aneh ini, Wartawani Senior dan juga mantan tim sukses Jokowi, Nanik Sudaryati, ikut memberikan tanggapan melalui halaman facebooknya seperti yang dihimpun republik.in di bawah ini.

***

INGAT!
1. Gerindra
2. PKS
3. Demokrat
4. PAN

EMpat Partai itu yg menolak Presidential Threshold 20 Persen, alias menolak calon tunggal utk Pilpres 2019.

Dengan menolak 20 persen Threshold , maka empat partai itu menjunjung demokrasi dan memberi kesempatan pada siapapun utk menjadi pemimpin di negara ini. Empat partai itulah sejatinya pelaksana nyata dari sila ke-2 PANCASILA.

INGAT!
PDIP
HAnura
NAsdem
PPP
PKB
GOlkar

Enam partai itu adalah Pengkhianat Demokrasi. Dengan mendukung kemauan pemerintah 20 persen atau 25 persen Presidential Threshold, mereka adalah peletak sendi -sendi OTORITER di negara ini, dan menafikan demokrasi.
Alasan demi kestabilan politik adalah alasan yg tdk masuk akal, dan mengada -ada!

Demi untuk melanggengkan kekuasaan mereka rela mengkhianati suara rakyat yg terhimpit.
Mereka adalah penghisap duit rakyat yg tidak menjalankan amanah rakyat, karena rakyat dipaksa utk memilih apa yg mereka MAU.
Mereka menjadi penikmat atas kekayaan negeri ini, dan rakyat dibiarkan GLOJOTAN semakin sulit hidupnya.

Mereka hanya berpikir kehidupannya, tapi tdk berpikir bagaimana rakyat banyak yg tdk makan, hukun tdk berjalan, pekerjaan makin sulit, hutang makin menumpuk, dan umat Islam yg terpojok.

RAKYAT HARUS MELAWAN. Caranya? Bulan Juni 2018 adalah PILKADA Di 177 tempat, HAJAR semua calon yg didukung 6 partai pendukung PENISTA AGAMA itu. Keokkan jago mereka di semua wilayah. Beritahu rakyat yg tdk main Sosmed.

Berikutnya pada 2019 pada Pilpres dan Pileg Serentak , HAJAR LAGI! BEritahu keluarga, tetangga , teman dan semua orang yg Anda kenal untuk tidak memilih partai pendukung PENISTA AGAMA dan PENELIKUNG DEMOKRASI!




ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : detik.com dan https://www.facebook.com/naniks.deyang/posts/1600505276640710
close
Banner iklan disini