Said Aqil Kawal Mentan Jelaskan Kasus Beras Maknyuss, Netizen: Wow Ada Centeng Bayaran


Republik.in ~ Kisruh fitnah masalah beras cap Ayam Jago dan Maknyus ternyata tidak berhenti pada sosok Mentan. Perhatian masyarakat ternyata sampai pada keberadaan sosok Ketum PBNU yang mendampingi Mentan dalam memberi klarifikasi terkait penggerebakan gudang beras Pt. IBU.

Beragam komentar muncul menanggapi artikel yang diterbitkan Detik.com. Salah satu komentar yang menarik adalah ” Wow ada centeng Bayaran”. Mungkin pernyataan tersebut untuk menolak lupa pada gelontoran dana sebanyak 1,5 triliun untuk PBNU.

Pembiayaan dana dari Kementerian Keuangan untuk PBNU ini untuk pendampingan PBNU pada penguatan kegiatan ekonomi masyarakat.

Mungkin karena itulah keberadaan Ketum PBNU dianggap oleh salah satu pembaca detik sebagai centeng bayaran.

"Woww ada centeng bayaran...NU.. terus gp ancur sana banserep lg dehh..😷😷" ujar Akun @bang_jacksteven

"Pertanyaannya... Mentan menjelaskan apa terkait PT IBU? Yg bikin berita gagal fokus... Hahaha" tulis akun @irwannad

dan beberapa komentar lain di bawah

Berikut artikel yang banyak mendapat tanggapan dari pembaca detik tersebut

Didampingi Ketua Umum PBNU, Mentan Jelaskan Masalah Beras PT IBU

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, hari ini menjelaskan soal masalah beras terkait kasus PT Indo Beras Unggul (IBU). Saat Amran menjelaskan soal beras tersebut, turut hadir Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj.

Namun, menurut Amran, kehadiran Ketua Umum PBNU tak terkait dengan persoalan beras PT IBU, tapi membicarakan soal distribusi pangan dari petani hingga ke konsumen.

“Hari ini Kementan kedatangan Ketua Umum NU memberi masukan dan nasihat agar pangan di Indonesia bisa dinikmati dan membuat rakyat sejahtera dengan harga yang stabil dan wajar,” kata Amran di Gedung Kementerian Pertanian, Selasa (25/7/2017).

Said Aqil mengatakan, mengatakan pembicaraan dengan Kementan terkait dengan program Muktamar NU Jombang yang ingin meningkatkan harkat dan martabat kesejahteraan petani yang notabene warga NU.

“Petani bisa di pulau Jawa maupun di luar Jawa, untuk di Jawa terutama petani padi, bawang merah hingga sayur mayur,” ujar Said Aqil.

Selain itu, dibahas pula bagaimana PBNU melakukan pendampingan hingga pelatihan yang maksimal kepada petani agar mampu menanam varietas dengan kualitas baik sehingga bisa menguntungkan.

Saiq mengatakan, masih banyak lahan yang menganggur dan tidak produktif. Hal ini terjadi karena banyak petani yang melakukan penanaman tidak maksimal.

“Petani tidak maksimal karena mereka mengerjakan semampunya tanpa pendampingan, mereka menghadapi tantangan sendiri. Maka NU terpanggil bekerja sama dengan Kementan untuk mendorong ini,” jelas dia.

Dari pembicaraan ini diharapkan kesejahteraan petani bisa meningkat. Kemudian juga diharapkan bisa menghadapi tengkulak nakal dan kartel.

“Jadi jangan sampai ada monopoli di bidang pertanian, jangan sampai itu-itu saja yang bisa menikmati keberhasilannya harus merata,” tambah dia.

Said mengatakan, dirinya siap membantu Kementerian Pertanian dalam melaksanakan tugas untuk kesejahteraan petani.

“Jika ada kebijakan baru, gebrakan apapun dari Menteri Pertanian saya di belakang pak Menteri, untuk kebijakan pro rakyat saya akan backup,” tambah dia.

Komentar Netizen: 



ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : detik.com
close
Banner iklan disini