NAMPOL! Soal Seragam Mirip TNI, KODAM: Jangan Tertipu & Jangan Tiru-Tiru


Republik.in ~ Seragam Akademi Bela Negara (ABN) Partai Nasdem menuai kritik dari dari masyarakat. Banyak yang berpendapat seragam yang dikenakan sayap partai itu mirip seragam TNI. Tidak hanya warna seragamnya tapi juga atribut-atribut yang dikenakan.

Namun Ketua Fraksi Nasdem, Syarif Abdullah Alkadrie enggan ambil pusing kritikan tersebut. Karena bagi dirinya banyak hal positifnya dari seragam tersebut.

"Itu juga tidak menggunakan anggaran negara. Banyak juga yang menyerupai-menyerupai tuh, kalau serupa apa salahnya nanti kalau ada masyarakat pake baju biru, kok masyarakat menyerupai Nasdem," ujar anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Selasa (18/7).

Berbeda dengan pendapat Syarif, Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Edi Hartono tidak membenarkan ada pihak yang berseragam mirip TNI, saat mengomentari kasus lain yaitu kasus ormas (diduga PKRI dan PPKRI) berseragam mirip TNI yang fotonya tersebar viral di media sosial.

Kolonel Edi mengimbau seluruh masyarakat, khususnya di Sumatera Utara, lebih berhati-hati agar tidak mudah tertipu.

Biasanya, kata Edi, ormas-ormas yang atributnya mirip TNI kerap menyalahgunakan penampilannya untuk menipu masyarakat.

"Kepada masyarakat, jika melihat ada orang yang mengenakan atribut mirip TNI sebaiknya diyakinkan betul-betul apakah dia itu benar anggota atau bukan. Jangan sampai masyarakat terkecoh karena seragam yang hampir sama persis," ungkap Edi Seperti dilansir Tribun Medan, Selasa (18/7/2017).

Edi mengatakan, ormas yang menggunakan atribut mirip TNI sangat mudah sekali mengecoh masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di tempat-tempat terpencil.

Dari kejauhan, kata Edi, memang seragam ormas PKRI dan PPKRI itu sangat mirip sekali dengan atribut TNI.

"Kalau personel Kodam itu kan jelas. Di baju dinasnya ada logo Kodam dan tempat kesatuannya masing-masing," ungkap Edi.

Ia meminta kepada semua ormas untuk tidak meniru-niru pakaian maupun seragam TNI. Masih banyak warna atau identitas lain yang bisa digunakan ormas untuk mengembangkan organisasinya.

"Enggak usahlah pakai-pakai atribut yang mirip TNI. Saya rasa, masih banyak warna lain yang bisa digunakan sebagai ciri satu organisasi," beber dia.
ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : republika.co.id dan tribunnews.com
close
Banner iklan disini