Kuasa Allah, Insiden Tak Mau Lepas Jam Ternyata Sindir Ahoker dengan Telak!


Republik.in ~ Video viral mengenai seorang ibu menampar petugas aviation security (Avsec) di Bandara Sam Ratulangi, Manado, beredar luas dan viral di media sosial. Wanita tersebut adalah istri dari pejabat tinggi di kepolisian.


"Iya itu betul (istri) Brigjen Johan Sumampouw. Dia tugas di Lemhanas" kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan, Rabu (5/7/2017).

Peristiwa penamparan terjadi sekitar pukul 07.46 WITA. Saat itu JOW masuk pemeriksaan check poin 2 melalui mesin sinar X atau X-ray. Petugas meminta JOW memasukkan jam tangannya ke mesin X-ray.

"Saya telepon Polsek Manado, beliau (JOW) mau masuk pemeriksaan, kemudian ada jam tangan suruh masukan ke X-ray. Tapi mungkin merasa menegurnya kurang enak ditanggapinya lalu cekcok mulut ditampar pipinya sesuai video itu," kata Setyo.

Usai menjadi viral ternyata berita tersebut menjadi buah sindiran tragedi Ahoker masuk ke bandara membawa parang dengan munculnya sebuah meme dengan tulisan sebagai berikut:

TERNYATA ALASAN ISTRI JENDRAL YANG NAMPAR PETUGAS BANDARA BENAR

A. Maaf Bu bisa Ibu lepas jam tangannya?

B. Emang kenapa harus dilepas?

A. Itu peraturan masuk bandara bu!!

B. Kagak Mau .. kemaren aja yang bawa golok ke landasan udara kagak diapa-apain .. apalagi ini cuma jam tangan .. !!

Seperti diketahui sebelumnya Sabtu (13/5/2017) Sekelompok sassa mendobrak pintu keluar penumpang Bandara Sam Ratulangi Manado, Desakan massa yang membuat kerepotan petugas keamanan itu mengakibatkan pintu keluar yang terbuat dari kaca pecah dan ambruk.

Massa yang juga disertai dengan penari Kabasaran yang membawa parang panjang merengsek ke bagian pengambilan bagasi. Sambil berteriak-teriak mereka menuju ke tempat parkir pesawat.

Massa yang penuh emosi tersebut, marah setelah mengetahui Fahri Hamzah ternyata telah keluar dari ruang VIP bandara. Sejak pagi ribuan massa menunggu di kawasan Bandara menolak kedatangan Fahri.

Fahri dianggap sering melontarkan pernyataan yang sering menimbulkan situasi intoleransi, terlalu kritis dan tidak pro Ahok.

Baca Juga:



ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : redaksi
close
Banner iklan disini