Dulu Jokowi Larang Ngejek Ndeso, Itu Rendahkan Rakyat Kecil. Halo Kaesang?


Republik.in ~ Pihak kepolisian memutuskan menghentikan proses penyelidikan atas laporan Muhammad Hidayat terhadap video Kaesang Pangarep. Kaesang, dalam video tersebut, dinilai Hidayat telah menodai agama dan mengandung unsur kebencian, terlebih dengan pembubuhan kalimat ndeso dengan konotasi mengejek (bukan guyon seperti Tukul).

Polri tidak menindaklanjuti laporan terhadap video Kaesang Pangarep yang dianggap menodai agama dan mengandung ujaran kebencian. Polri menilai laporan tersebut mengada-ada.

Wakil Kepala Polri Komjen Pol Syafruddin menilai kasus yang dilaporkan tidak memiliki alasan yang rasional sehingga pihaknya tidak akan menindaklanjuti laporan tersebut.

Padahal seperti dilansir bisnis.com tahun 3 Juli 2014, sebelum menjadi Presiden, Jokowi pernah meminta setiap pihak untuk tidak lagi mengejek dengan menyebutkan 'ndeso' karena itu sama saja merendahkan rakyat kecil.

Jokowi meminta pihak-pihak yang sering mengejeknya dengan sebutan 'ndeso' agar berhati-hati karena ungkapan tersebut sama saja mengejek seluruh masyarakat desa.

"Banyak yang menjelekkan saya, katanya wajah saya wajah 'ndeso', artinya menjelekkan orang desa kan. Hati-hati itu artinya meremehkan kita semua kan," kata Jokowi saat menghadiri acara Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Lapangan Tegalega, Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/7/2014).

Entah karena tidak tahu ayahnya pernah melarang ejekan ndeso, Kaesang justru membuat vlog yang berisi ujaran "ndeso". Dan blunder yang lain polisi menyebut kasus Kaesang tidak rasional sehingga tidak perlu diproses.

ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : sumatra.bisnis.com
close
Banner iklan disini