Anggota DPRD: Mentan Kok Jawabnya Belepotan Saat Ditanya Live Apa Kesalahan Maknyuss


Republik.in ~ Kemarin petang (26/7/2017) LIVE di TV One tentang penggerebekan beras PT IBU (produsen Maknyuss), membuat Menteri Pertanian njawab belepotan. Wajahnya tampak tak yakin atas apa yang disampaikan. Dia hanya bicara soal disparitas harga, mimpi soal tata niaga kedepan. Ujar Muhamad Sirot Anggota DPRD Jawa Timur di akun facebooknya.

Berikut selengkapnya seperti dikutip republik.in.

Lho padahal ini soal hukum, soal pelanggaran yang di tuduhkan pihak Kementan dan aparat keamanan...!!!! Dia harus membuktikan dimana pelanggaranya, namun saat ditanya, dimanakah pelanggaranya? Mentan menolak njawab, dan ngeles sampaikan pelanggaranya "diserahkan ke penegak hukum", padahal Mentan ikut nggrebek. Mestinya dia juga harus bisa njawab soal point-point mana yang menyalahi hukum.

Saya jadi bertanya tanya, pesanan siapakah ini? Apakah soal persaingan politik ataukah persaingan bisnis??

Dari data yang ada, omset PT IBU hanya 4 trilyun/tahun, padahal Kapolri menyampaikam kerugian negara mencapai ratusan trilyun. Ini nggak nyambung gan!!

Mungkin yang dimaksud adalah kerugian secara nasional...tapi mengapa raksasa penguasa beras lainnya dibiarkan? Tak sedikit pengusaha-oengusaha yang menjual beras premium IR 64 jauh lebih mahal tapi dibiarkan begitu saja.

Duh gusti... Sebagai WNI susahnya bisnis di negeri tercinta ini....!!

Catat, mereka adalah pengusaha-pengusaha menengah Pribumi yang lagi tumbuh, tapi mengapa di pletet pletet (ditekan-tekan -red) sebelum mampu berdiri tegak??!!!

Laa haula walaa quwwata illa billah...

(Muhamadsirot - Anggota DPRD Jawa Timur)


ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : facebook.com/muhamadsirot.muhamadsirot
close
Banner iklan disini