Akhlak Khalifah Matikan Lilin Negara VS Keluarga Jokowi Naik Pesawat Negara


Republik.in ~ Umar bin Abdul Aziz merupakan salah seorang khalifah Bani Umayyah. Umar bin Abdul Aziz merupakan keturunan Umar bin Khattab. Ketika menjabat sebagai khalifah, Umar bin Abdul Aziz menjaga dengan baik amanah dari rakyat berupa kekuasaan. Beliau seorang pemimpin yang sangat amanah.

Suatu ketika datanglah seorang utusan dari salah satu daerah kepada Umar bin Abdul Aziz. Utusan tersebut tiba di kediaman Umar bin Abdul Aziz ketika malam menjelang. Meskipun sudah malam, Umar tetap menemui utusan tersebut. Utusan itu pun masuk dan Umar bin Abdul Aziz memerintahkan pelayan untuk menyalakan lilin sebagai penerangan. Umar bertanya kepada utusan tersebut tentang segala hal yang berkaitan dengan keadaan rakyat dan penguasa di daerahnya. Utusan itu pun menyampaikan segala yang diketahuinya tentang keadaan rakyat kepada Umar bin Abdul Aziz. Tidak ada sesuatu pun yang dia sembunyikan.

Selanjutnya, utusan itu bertanya kepada Umar bin Abdul Aziz tentang keadaan diri dan keluarganya.

Tiba-tiba Umar bin Abdul Aziz meniup lilin dan menyuruh pelayan untuk menyalakan lilin kecil. Cahaya dari lilin tersebut tidak bisa menerangi ruangan karena cahayanya yang lemah. Umar bin Abdul Aziz pun mempersilakan utusan tersebut untuk bertanya tentang diri dan keluarga beliau.

Rupanya utusan itu tertarik dengan perbuatan Umar bin Abdul Aziz yang mematikan Iilin. Utusan tersebut bertanya tentang sikap Umar yang mematikan lilin. Umar pun menjelaskan bahwa lilin yang beliau matikan adalah harta Allah dan kaum muslimin atau milik negara.

Ketika utusan tersebut bertanya tentang urusan negara dan urusan rakyat, lilin itu dinyalakan. Begitu pembicaraan berbelok tentang keluarga dan keadaan pribadi, Umar pun mematikan lilin milik kaum muslimin tersebut. Umar tidak ingin menjadi pemimpin yang menyalahgunakan amanah dan kepercayaan rakyat.

Demikianlah kisah Umar bin Abdul Aziz yang patut kamu teladani. Umar bin Abdul Aziz merupakan pemimpin yang memegang dan melaksanakan dengan baik amanah rakyat. Teladani perilaku amanah Umar bin Abdul Aziz dan terapkan dalam kehidupanmu.

Nah, di zaman sekarang, kisah ini masih sangat relevan. Jika untuk urusan kenegaraan, bolehlah seorang presiden menaiki pesawat kepresidenan karena itu memang peruntukannya. Dan ketika  anggota keluarganya mulai dari anak, mantu, cucu, dll yang ikut serta, jangan sampai Allah Swt mematikan mesin pesawatnya ketika sedang di atas langit.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai Jokowi tidak memberikan contoh yang baik kepada rakyat. Padahal, selama ini rakyat diminta mengencangkan ikat pinggang dengan pencabutan subsidi bahan bakar minyak hingga listrik.

"Masyarakat semakin sulit, biaya hidup makin tinggi, cuma ikat pinggang enggak berlaku bagi pejabat negara. Jadi hanya berlaku bagi rakyat kecil," ucap dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Begitu pula dengan Deputi Sekjen Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Apung Widadi. Menurutnya, kelakuan Jokowi mengajak keluarganya atas biaya negara merupakan pemborosan anggaran negara.

"Itu pemborosan keuangan negara. Ini bertolak belakang dengan citra Jokowi yang sederhana kemarin. Pencitraan Jokowi tepatnya," kata Apung , Jumat, (7/7). Demikian seperti dikutip dari Kompas. 
ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : Eramuslim.com
close
Banner iklan disini