Pembunuh Toko Klontong di Surabaya Terungkap Gara-gara Status Facebook


Republik.in ~ Dalang perampokan dan pembunuhan terhadap Go Hong Boen, pemilik toko klontong di Jalan Kapas Krampung, Surabaya pada 12 Mei lalu akhirnya terkuak. Setelah memburu selama dua bulan lebih, Tim Antibandit Polrestabes Surabaya berhasil mengungkapnya. Mereka telah meringkus dua orang dari total empat kawanan bandit yang membawa golok tersebut.

Informasi yang dihimpun JawaPos.com dari sumber internal kepolisian, dua pelaku yang ditangkap masing-masing bernama Darhuji alias Cong Muji dan Syaiful alias Sipul. Mereka ditangkap di waktu dan tempat yang berbeda. Cong Muji dibekuk di Jalan Kubis, Bumiayu, Kedungkandang, Malang pada Selasa malam (25/7). Sedangkan, Sipul ditangkap pada Rabu pagi (26/7). "Mereka ini memang pelaku curas. Ke mana-mana bawa celurit," sebut salah seorang polisi yang namanya enggan ditulis kepada JawaPos.com, Jumat (28/7).

Jejak para pelaku tersebut sudah diketahui sejak bulan lalu. Sebelum ini, polisi sempat menduga bahwa pelakunya termasuk ke dalam kawanan spesialis perampokan nasabah bank. Korps seragam cokelat sempat mengira bahwa salah seorang pelaku yang bermain di Kapas Krampung itu berinisial MZ.

Bahkan, polisi juga sempat mengunci (menahan) istri MZ. Tujuannya agar dia menyerah. "Ternyata pelakunya bukan dia (MZ, red). Dia memang salah satu buronan kasus curas, tapi ada informasi baru yang masuk bulan lalu bahwa pelaku di Kapas Krampung itu bukan dia," imbuh sumber tersebut.

Setelah mendapat informasi gres itu, polisi menyusun ulang strategi pencarian para pelaku. Mereka mengantongi nama Cong Muji setelah mengamati ciri-ciri fisiknya melalui rekaman CCTV. Hanya saja, saat itu mereka belum mengetahui di mana Cong Muji bersembunyi.

Kesabaran polisi akhirnya menemui titik terang pekan lalu. Mereka berhasil mendeteksi keberadaan pelaku. Tim Antibandit melacak akun Facebook Cong Muji yang bernama Mis Ter Jbooz. "Di FB itu ada temannya yang nanya sekarang dia tinggal di mana. Cong Muji lalu jawab ada di Bumiayu, Malang," lanjutnya.

Polisi lantas mencari tahu lebih lanjut temuan itu. Mereka mendapati fakta bahwa Cong Muji biasa berjualan aksesoris handphone di Bumiayu. Hal itu diperkuat dengan foto FB yang diunggahnya, latar belakang foto itu memang cocok dengan area jual beli aksesoris handphone yang ada di Malang.

Penangkapan dilakukan selasa malam sekitar pukul 20.00. Saat ditangkap, Cong Muji tidak melawan. "Dia ditangkap pas baru saja menggelar dagangannya," kata sumber tadi.

Setelah menangkap Cong Muji, polisi langsung kembali ke Surabaya untuk meringkus Siful. Siful diketahui tinggal di Jalan Wonokusumo Jaya XI. Rabu dini hari, sekitar pukul 03.00, polisi mendatangi rumah Siful. Namun saat itu dia tidak berada di tempat. Polisi nyaris tidak membuahkan hasil.

Meskipun gagal ditangkap saat itu, polisi masih berjaga-jaga di sekitar rumah Sipul. Kesabaran tersebut membuahkan hasil setelah sekitar pukul 11.00, batang hidung Sipul nongol di rumahnya. Tanpa banyak perlawanan, Sipul ditangkap.

Tertangkapnya dua pelaku tersebut sedikit melegakan polisi, sebab kasus perampokan yang mengakibatkan korban tewas itu menjadi salah satu atensi besar Satreskrim Polrestabes Surabaya. Meskipun demikian, Tim Antibandit masih punya dua nama kawanan Cong Muji yang masih lolos. Dua DPO tersebut masing-masing berinisial FZ dan WF.

Sementara itu, polisi masih belum memberikan keterangan resmi. Saat dikonfirmasi, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard M. Sinambela hanya membenarkan penangkapan tersebut. Kepolisian memastikan bahwa pihaknya sudah menghubungi korban atas penangkapan itu.

"Kasus masih belum komplit, kami tetap harus melakukan validasi kepada semua saksi yang berada di TKP. Siapa yang membuka pagar, siapa yang melakukan perlawanan, dan apakah benar itu tersangkanya," tegas alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2000 tersebut.

Perampokan yang menewaskan Go Hong Boen itu terjadi pada 12 Mei, dua pekan menjelang bulan puasa. Saat itu, pria yang disapa Awen itu berusaha menghalangi empat orang bandit yang merampas tas milik istrinya, Lely Suryani. Di dalam tas tersebut, terdapat uang senilai Rp 50 juta, hasil penjualan toko klontong.

Saat berusaha menangkap pelaku, Awen terkena sabetan pisau di bagian ketiak kanan. Awen lalu tersungkur dan ditolong istrinya.  Empat orang pelaku berhasil kabur. Nyawa Awen melayang dalam perjalanan ke rumah sakit setelah dirinya kehabisan banyak darah.

ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : jawapos.com
close
Banner iklan disini