Bunuh Diri di Bali Makin Tinggi, Dipicu Faktor Ekonomi, Stress & Depresi


Republik.in ~ Kasus bunuh diri di Bali semakin meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun. Pada tahun 2017 hingga bulan Juli dilaporkan sebanyak 72 orang yang telah melakukan tindakan bunuh diri. Keadaan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja dan butuh langkah cepat untuk menyelamatkan korban-korban baru.

Menyikapi hal tersebut pakar kejiwaan, Prof. Dr. dr. Luh Ketut Suryani SpKj mendatangi Polda Bali Selasa kemarin (25/7). Kedatangannya diterima langsung oleh Wakapolda Bali Brigjenpol I Gede Alit Widana beserta Direktur Intelkam Polda Bali Kombes Pol. Akhmad Jamal Yuliarto, Kabid Dokkes Polda Bali dr. Agung Widjayanto, Wadir Reskrimum Polda Bali AKBP Sugeng Sudarso dan Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Bali AKBP Ni Made Ayu Kusumadewi yang bertempat di Ruang Tamu Pimpinan Polda Bali.

Luh Ketut Suryani menyampaikan tujuannya kedatangannya yaitu untuk menyampaikan permasalahan bunuh diri yang mulai marak sejak tahun 2000. Saat dilakukan penelitian berdasarkan data yang diperoleh dari Kabupaten Buleleng, Karangasem dan Denpasar, penyebab bunuh diri banyak diakibatkan oleh gangguan berat, depresi, stress, kelainan fisik dan faktor ekonomi. “Dari bulan Januari  sampai dengan Juli 2017, kasus bunuh diri tercatat ada 72 kasus,” ujarnya.

Pendiri Suryani Institute for Mental Health (SIMH) Foundation mengaku sangat prihatin atas kasus bunuh diri yang terjadi di masyarakat, karena sampai sekarang tidak ada kepedulian dari instansi pemerintah. Selain untuk memohon petunjuk terkait masalah fenomena bunuh diri, kedatangannya ke Polda Bali juga untuk berkoordinasi sekaligus memohon dukungan terkait rencana penyelenggaraan seminar tentang kasus bunuh diri yang akan di gelar pada akhir bulan Agustus 2017.

“Kami harap pihak kepolisian bersedia membantu dan bekerja sama dalam pencegahan aksi bunuh diri yang dilakukan masyarakat Bali. Kami juga mohon bantuan untuk diberikan data riil kasus bunuh diri yang dimiliki oleh Polda Bali,” ucapnya.

Fenomena bunuh diri yang terjadi di wilayah hukum Polda Bali cenderung mengambil jalan pintas karena menghadapi masalah yang sangat sulit.

Pihak kepolisian akan melakukan sosialisasi dengan melibatkan para Babhinkamtibmas yang ada di desa-desa, untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya aksi bunuh diri yang dilakukan oleh masyarakat. Wakapolda juga akan mengirim data kejadian bunuh diri kepada pihak SIMH, agar dapat dirangkum dan dijadikan bahan sosialisasi di masyarakat.

“Kami sangat mendukung dan akan membantu pelaksanaan seminar yang akan dilaksanakan oleh Suryani Institute for Mental Health Foundation. Kami harap saat pelaksanaan seminar diundang para tokoh masyarakat , tokoh adat, anggota keluarga dan instansi terkait,” kata Wakapolda Bali.

ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : jawapos.com
close
Banner iklan disini