China Pakai Aplikasi Guna Mata-matai Penduduk Muslim - CNN


Republik.in ~ CNNindonesia.com - Pemerintah China memberlakukan pengawasan terhadap penduduk muslim di provinsi Xinjiang menggunakan aplikasi ponsel cerdas. Otoritas China memaksa penduduk muslim di sana untuk mengunduh Jingwang. Aplikasi yang dinamai Jingwang itu bisa merekam bermacam data dari ponsel pengguna. Untuk diketahui, umat muslim merupakan penduduk minoritas di wilayah ini.

Jenis data yang bisa diambil piranti tersebut cukup banyak, mulai dari isi percakapan di aplikasi Weibo dan Wechat, nomor IMEI, data kartu SIM, hingga riwayat WiFi yang pernah tersambung dengan ponsel. Pemerintah setempat menyebut aplikasi itu perlu diunduh untuk mendeteksi konten ilegal, terutama terkait terorisme.

Jingwang bisa menemukan berbagai jenis konten seperti gambar, video, e-book, dan lainnya yang ada di ponsel. Jika hasil deteksi menunjukkan konten itu berkaitan dengan terorisme, pemilik ponsel diminta menghapusnya.

Guna menerapkan aturan baru itu, pemerintah China menyebar pemberitahuan kepada pengguna Android agar mengunduh Jingwang. Lebih jauh, otoritas setempat bahkan menggelar razia untuk mengecek apakah penduduk Urumqi, ibukota provinsi Xinjiang, telah mengunduh Jingwang.

Kewajiban mengunduh ini ditindaklanjuti dengan sanksi kepada mereka yang menolak. Bagi yang tak mau mengunduh Jingwang, polisi bisa menahan mereka selama 10 hari.

Urumqi adalah kota di provinsi Xinjiang dengan penduduk beretnis Uighur yang memeluk Islam. Etnis Uighur merupakan minoritas di sana, dengan jumlah tak lebih dari 13 persen dari total penduduk. Sementara di provinsi Xinjiang, muslim adalah mayoritas. Tercatat saat ini ada 8 juta muslim tinggal di sana yang berasal dari etnis Uighur.

Provinsi otonom tersebut dikenal sudah lama mendapat tekanan pemerintah China. Salah satu yang terbaru adalah larangan memakai jilbab dan janggut yang diberlakukan sejak Maret lalu, demikian seperti dilaporkan IBTimes.

Perintah mengunduh aplikasi spyware ini merupakan upaya kesekian kali pemerintah China mengawasi penduduk muslim di Urumqi. Mashable menyebut China pada Maret lalu sudah memaksa pegawai negeri sipil di Urumqi agar menandatangani kesepakatan soal konten terkait teroris.

"Polisi China begitu berkuasa, terutama di Xinjiang, siapa saja yang diberhentikan di jalan tak mungkin bisa menolak permintaan polisi," ujar Maya Wang, peneliti senior Human Rights Watch kepada Mashable, Sabtu (22/7).

"Saya pikir ada alasan untuk khawatir data seperti apa yang diambil oleh aplikasi itu yang tak diketahui ataupun disetujui penggunanya," kata Joshua Rosenzweig, analis dari Amnesty Internasional.

ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : cnnindonesia.com
close
Banner iklan disini