Kisah Seram, Kenapa Soeharto Tak Pernah Tinggal di Istana Merdeka?


Republik.in ~ Dari tujuh presiden Indonesia, hanya tiga yang bena-benar tinggal di Istana Merdeka. Mereka adalah Soekarno, Gus Dur, dan Jokowi. SBY memilih tinggal di Cikeas sementara Soeharto enggan tinggal di Istana Merdeka.

Ya, selama 32 tahun menduduki posisi orang nomor satu di Indonesia, Soeharto tidak pernah sekalipun menginap di Istana Merdeka. Dia hanya menggunakan tempat tersebut, untuk acara-acara resmi kenegaraan saja.

Greg Barton, dalam buku ‘Gus Dur: The Autorized Biography of Abdurrahman wahid’ diungkapkan, ternyata Soeharto tidak berani tidur di Istana Merdeka, karena takut dengan para penghuninya alias hantu. Ketika itu, Istana Merdeka sudah lama tak digunakan.

Ya, cerita tentang Istana Merdeka yang berhantu sudah dialami keluarga Presiden Soekarno. Putri Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri kerap melihat orang kesurupan, juga petugas Istana yang melihat sosok misterius.

“Saya pernah menanyakan kepada Dik Sukma, apakah betul ada setan di situ. Tiap hari ada sosok yang dikira teman petugas Istana, ternyata bukan,” kata putri Bung Hatta, Meutia Hatta, seperti dikutip laman Merdeka.

Adanya makhluk halus di lingkup Istana Merdeka dibenarkan Munib Huda Muhammad, ajudan Gus Dur yang paling setia. Dia mengatakan, orang-orang di Istana Merdeka benar-benar yakin ada mahluk halus yang menghuni Istana itu. Bahkan dia memercayainya.

“Kalau saya sendiri memang merasakan banyak hantu di situ. Wong sudah berpuluh-puluh tahun tidak digunakan. Seram memang,” kata Munib.

Dia mencontohkan, untuk membersihkan lantai empat dan lima di Wisma Negara saja tidak ada yang berani, takut dengan hantu yang menunggu di sana. Saking takutnya, pekerja Istana tidak ada yang memberi makan ikan arwana yang berada di lantai tersebut hingga akhirnya mati.

“Enggak ada yang berani, ikan Arwana sampai mati di aquarium karena enggak diberi makan, karena takut,” ujarnya.
ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH
Sumber Berita : otonomi.co.id
close
https://t.me/republikin