Terbongkar! Saksi Agama kubu Ahok Ini Pernah "Divonis Mati" karena Islamnya Nyeleneh (Liberal)


Republik.in ~ Kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok memasuki sidang ke 16, Rabu (29/3). Pada sidang kali ini tim Penasihat Hukum terdakwa menghadirkan saksi ahli yang meringankan, salah satunya adalah KH Masdar Farid Mas'udi sebagai Ahli Agama Islam.

Stigma Nyeleneh sangat melekat pada sosok Kiai Masdar yang kini juga menjabat Rois Syuriah PBNU 2015-2020 dan Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) bahkan ada yang menganggap beliau Liberal.

Diantaranya yang sempat membuat heboh beberapa tahun silam adalah Ide Kiai Masdar untuk "Menggeser waktu Ibadah Haji", dan pernyataan beliau bahwa "Pajak sama dengan Zakat" serta "Surga BUKAN Milik Satu Agama, melainkan milik semua umat beragama asalkan baik akhlaknya".

Tentu saja logika "liberal" beliau belum bisa diterima oleh kalangan umat Islam mayoritas, sehingga menimbulkan gesekan yang salah satunya hampir menimbulkan gesekan fisik.

Salah satunya adalah Ancaman Mati yang ditujukan pada Kiai Masdar seperti yang termuat dalam harian Gatra 19 Februari 2004 Silam

Masdar Farid Mas’udi yang termasuk dalam tim 9 penulis buku FLA (Fiqih Lintas Agama) pimpinan Nurcholish Madjid (Paramadina) diancam mati oleh Presiden PPMI (Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia) Limra Zainuddin di Mesir.

Ancaman mati yang mengakibatkan batalnya acara “Pendidikan Islam Emansipatoris” yang akan Masdar selenggarakan untuk mahasiswa Indonesia di Mesir 7-8 Februari 2004.

Sebelum acara itu berlangsung, berita pun telah ramai di milis Insist di Malaysia, bahwa Masdar –yang dikenal ingin mengubah waktu pelaksanaan ibadah haji agar ritual pokoknya jangan hanya di bulan Dzulhijjah tapi bisa kapan saja selama 3 bulan itu— telah bertandang ke Mesir untuk menggarap mahasiswa Indonesia.

Kronologis Ancaman Mati Oleh PPMI (Disadur dari Gatra.com)

Sore itu, Limra, Presiden PPMI mendatangi hotel untuk menolak acara tersebut. Setelah menemui manajer hotel, ia bertemu panitia dari unsur mahasiswa Indonesia di Kairo. Limra menyebutkan alasan menolak acara, karena lontaran pemikiran Zuhairi dianggap meresahkan masyarakat.

Limra menambahkan. Baru beberapa menit Limra berada di lobi hotel, kemudian muncul Masdar bersama beberapa mahasiswa.

Limra menyampaikan tembusan surat keberatan PPMI kepada Masdar. Surat tertanggal 5 Februari 2004 itu meminta Duta Besar RI untuk Mesir meniadakan acara yang akan digelar Zahairi Misrawi selaku Koordinator Program Islam Emansipatoris P3M. Penolakan itu, katanya, berdasar aspirasi mahasiswa Indonesia di Mesir.

Ujung surat PPMI itu menyiratkan ancaman. "Bapak sudah bisa membaca apa yang terjadi, bila acara Zuhairi tetap dilaksanakan." Menanggapi persoalan itu, Masdar berusaha mendinginkan susana dengan menawarkan dialog. Limra menolak, dengan alasan hanya buang-buang waktu.

Ia menilai pandangan Masdar tentang pelanggaran waktu haji telah mengungkit akidah. "Itu kan sekadar pemikiran. Anda tidak harus mengikutinya," kata Masdar, berargumentasi. "Pokoknya tidak bisa," ujar Limra dengan nada tinggi. "Saya sudah capek mengurus persoalan seperti ini, sampai program saya terbengkalai. Sejak Lebaran, saya sudah marah. Sampai sekarang saya masih marah."

Masdar lalu menantang, "Seandainya acara ini tetap dilaksanakan, apa akibatnya?" Limra menanggapinya dengan melontarkan ancaman akan membunuh Masdar. Dengan tenang, Masdar meledek Limra, "Bisa nggak saya dibikinkan surat ancaman bahwa saya akan dibunuh?" Dan Limra pun berkelit, "Saya hanya bisa lewat lisan, saya banyak pekerjaan."

Masdar kembali melontarkan pertanyaan, "Jadi, sama sekali nggak ada jalan keluar?" Limra naik pitam. Tangan kanannya mengambil asbak di meja, lalu diacungkan ke muka Masdar. "Apa perlu Bapak saya bunuh sekarang?" Limra menbentak.

Para mahasiswa di sekitar Masdar segera menenangkan Limra. Asbak dikembalikan ke tempat. Masdar "diamankan" ke kamar. Limra digandeng ke luar hotel. Pertemuan bubar. Masdar langsung menelepon Duta Besar RI untuk Mesir, Prof. Bachtiar Aly, meminta perlindungan.
ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH
Sumber Berita : http://arsip.gatra.com/2004-02-19/artikel.php?id=34187
close
https://t.me/republikin