Sejarawan: Ahok Ngotot Reklamasi Karena Bisikan Ghaib?


Republik.in ~ Pemprov DKI Jakarta di bawah Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah menetapkan makam keramat Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad atau Makam Mbah Priok di Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebagai cagar budaya.

Rencananya, dalam kompleks Makam Mbah Priok akan dibangun masjid dan fasilitas umum lain yang diberi nama “Masjid Keramat Mbah Priok”.

Penetapan cagar budaya makam Mbah Priok ini masih menjadi perdebatan. Sejarawan JJ Rizal bahkan menyebut situs makam Mbah Priok sebagai “situs bodong”.

“Gimana cara percaya gubernur yang susah banget denger orang yang hidup en begelut dengan kotanya, tapi langsung percaya en jalanin bisikan goib dari alam kubur,” sesal JJ Rizal di akun Twitter @JJRizal.

JJ Rizal pun menyoal kengototan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama terkait Makam Mbah Priok. “Ngotot tetepin cagar budaya bikinin mesjid di situs bodong karena bisikan gaib Mbah Priok, jangan-jangan ngotot reklamasi karena bisikan gaib Nyai Roro Kidul?” sindir @JJRizal.

Tak hanya itu, JJ Rizal juga menyesalkan “perhatian lebih” Ahok terhadap Makam Mbah Priok yang berlebihan jelang Pilkada DKI putaran kedua. “2 Kali Mbah Priok disebut Pak Ahok dalam debat digandeng dengan akan bikin mesjid, jangan bilang gak politisasi agama, politisasi bisikan goib itu pasti,” tegas @JJRizal.

@JJRizal juga menanggapi komentar netizen soal Makam Mbah Priok sebagai cagar budaya. “Ya kalo ada data selain bisikan gaib tentang makam Mbah Priok adalah situs sejarah yang pantas ditetapkan sebagai cagar budaya kasih tau aja.”

Ketika masih aktif sebagai Gubernur DKI Jakarta, Ahok telah menyerahkan Surat Keputusan (SK) Gubernur mengenai penetapan Makam Mbah Priok sebagai cagar budaya. Penyerahkan SK ini langsung dilakukan di Makam Mbah Priok pada Sabtu 4 Maret 2017.

“Makam Mbah Priok sebagai situs cagar budaya, jadi dilindungi Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2007,” tegas Ahok.
ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH
Sumber Berita : Intelijen.co.id
close
https://t.me/republikin