Soal Istigasah di Menteng, Ansor: Bisa disebut Politik Belah Bambu Ala Penjajah


Nasional ~ Gerakan Pemuda Ansor memprotes acara bertajuk "Istigasah Kebangsaan" bersama warga nahdliyin dengan calon petahan Basuki Tjahaja Purnam alias Ahok sebagai "bintang tamu".

"GP Ansor DKI memprotes keras atas penggunaan lambang NU dan akan melakukan langkah lanjutan, baik hukum maupun non hukum," ujar Ketua Hubungan Antar Lembaga GP Ansor DKI, Redim Okto Fudi dalam siaran pers yang diterima Rimanews, hari ini.

Dalam acara yang digelar di Jalan Talang No. 3 Menteng Jakarta Pusat, kemarin, dihadiri Djan Faridz, Ketua DPP PPP Kubu Djan Faridz, Humprey Djemat, Ketua BNP2TKI, Nusron Wahid, panglima pasukan berani Gus Dur Gus Nuril Arifin, dan sejumlah tokoh lain.

Redim menyebutkan, acara tersebut tidak ada sama sekali sangkut pautnya dengan NU secara organisasi. Dia juga memastikan acara tersebut bukan bentuk representasi warga NU.

"Penggunaan logo NU dalam acara tersebut illegal, karenanya akan ada konsekuensi hukum. Acara tersebut berpotensi untuk memecah belah NU," ungkapnya.

Apa yang dilakukan Ahok bersama tim dengan menggelar Istigasah tersebut, kata Redim, justru semakin memperkeruh keadaan.

"Ini sikap permusuhan, berupaya untuk memecah belah. Bisa disebut sebagai politik belah bambu ala penjajah," tegas dia.


Sumber Berita : Rimanews.com
close
https://t.me/republikin