Sikap Plin-Plan Wiranto Soal Larangan Demo di Masa Tenang Pilgub


Nasional ~ Pilkada serentak akan berlangsung pada tanggal 15 Februari 2017 mendatang dan di tanggal 12,13 dan 14 Februari merupakan masa tenang. Menko Polhukam Wiranto beberapa hari lalu dengan tegas melarang adanya kegiatan aksi masa pada masa tenang.

Wiranto menegaskan jika adanya pelarangan menggelar aksi saat masa tenang, maka jangan disalahkan aparat apabila melakukan penindakan. Sebab, Wiranto mengatakan sudah sepatutnya masa tenang diisi dengan suasana yang tenang pula.

"Kalau dilaksanakan aparat keamanan akan menindak tegas, jangan disalahkan ke aparat keamanan, yang kita salahkan adalah yang melanggar hukum," ujar Wiranto di Kemenko Polhukam Jakarta, Senin (6/2).

Wiranto menuturkan KPU dan Bawaslu akan mengeluarkan suatu pedoman yang meminta tidak ada aksi apapun selama masa tenang Pilkada Serentak. "Mengenai acara-acara pengerahan massa di minggu tenang, itu sudah ada aturannya, KPU dan Bawaslu bawaslu akan memberikan satu guidance, yang dilarang seperti apa dan yang tidak dilarang seperti apa," jelas dia.

Hal itu didukung Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana meminta pihak-pihak yang ingin menggelar demonstrasi di masa tenang untuk mengurungkan niatannya. Sebab, apabila dilakukan maka akan berpotensi mengganggu ketertiban selama masa tenang berlangsung.

"Kalau minggu tenang itu jelas enggak boleh, apapun bentuk kegiatan politik tidak boleh," tegasnya.

Namun pada hari Selasa (7/2), Wiranto malah membantah adanya pemberitaan yang menyatakan dirinya melarang aksi massa yang direncanakan akan dilakukan selama masa tenang Pilkada Serentak 2017.

"Tidak benar itu (Wiranto melarang aksi di masa tenang) tak ada larang-larang. Saya tak larang," kata Wiranto di kantor Kemenko Polhukam Jakarta, Selasa (7/2).

Namun Wiranto tak menjelaskan lebih detail soal alasannya sebab langsung buru-buru menuju Istana Negara untuk rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo.

"Nanti saya jelaskan, kalau sekarang enggak bisa, saya 5 menit harus sampai sana (Istana)," kata Wiranto terburu-buru masuk ke dalam mobil sedan bernopol RI 16.


Sumber Berita : Merdeka.com
close
Banner iklan disini