Sebut Ahok Tak Bisa Dinonaktifkan Karena Ada Tekanan Massa, Todung Kena SKAK MAT mantan ketua MK


Nasional ~ Praktisi hukum Todung Mulya Lubis mendapat hadiah skak mat dari mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Prof. Mohammad Mahfud MD.

Pasalnya, melalui akun twitternya, Todung berkicau, bahwa perdebatan mengenai penonaktifan Ahok tak bisa dilakukan dalam iklim politisasi yang didorong oleh demonstrasi dan tekanan masa.

"Debat soal Ahok apakah musti dinonaktifkan atau tidak tak bisa dilakukan dalam iklim politisasi yg didorong oleh demonstrasi dan tekanan masa," tulisnya di akun twitternya @TodungLubis, Ahad 12 Februari 2017.


Debat soal Ahok apakah musti dinonaktifkan atau tidak tak bisa dilakukan dlm iklim politisasi yg didorong oleh demonstrasi dan tekanan masa.
— Todung Mulya Lubis (@TodungLubis) 12 Februari 2017

Kicauan Todung ini pun segera dibalas Prof Mahfud MD, yang menegaskan bahwa UU yang dibuat sudah didiskusikan tanpa demonstran dan belum ada kasus Ahok. Lagipula, UU tersebut sudah diterapkan kepada kepala daerah lain, selain Ahok.

"Bang Todung. Dulu ketika UU dibuat sudah didiskusikan tanpa demonstran dan belum ada perkara Ahok. Juga sudah diterapkan kepada yang lain," komentar Prof. Mahfud melalui akun twitternya @mohmahfudmd.


Bang Todung. Dulu ketika UU dibuat sdh didiskusikan tanpa demonstran dan belum ada perkara Ahok. Jg sdh diterapkan kpd yg lain. https://t.co/xo6aP0zWvW
— Mahfud MD (@mohmahfudmd) 12 Februari 2017

Sebelumnya, praktisi hukum asal kota Malang, MS Alhaidary, SH sempat menegaskan bila Ahok tak dinonaktifkan maka sama saja artinya Jokowi bunuh diri.


Ahok pasti diberhentikan sementara oleh presiden sesuai pasal 83 ayat (1) UU No. 23/2014 tentang Pemda. Kalau tdk berarti Jokowi bunuh diri.
— M.S. ALHAIDARY (@Haidary__) 9 Februari 2017


Sumber Berita : Twitter
close
Banner iklan disini